Jakarta - Meski belum terbukti, isu keterlibatan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Isu ini dinilai menunjukkan bahwa hasil seleksi anggota KPK bermasalah.
"Ini teguran buat semua pihak yang terlibat dalam seleksi anggota KPK. Berarti ada masalah," kata pengamat hukum dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Zaenal Arifin Mochtar kepada detikcom, Jumat (1/5/2009).
Zaenal mengatakan, panitia seleksi pimpinan KPK juga harus mengakui adanya masalah ini. "Kenapa orang-orang yang bisa terlibat kasus pembunuhan bisa lolos, kok bisa lolos tes psikologi. Padahal seharusnya seleksi ini kan ketat," lanjut pria yang juga Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM ini.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi III DPR, Suripto mengatakan, saat seleksi pimpinan dilakukan, nama-nama yang lolos adalah yang terbaik waktu itu. "Nggak salah pilih ya, pada waktu itu kan belum ada informasi bahwa dia terlibat macam-macam seperti yang sekarang ini beredar. Tidak ada tanda-tanda juga kalau dia kurang baik," ujarnya.
"Ya namanya juga manusia, dalam hidupnya ternyata mendapat cobaan, ya harus dihadapi," lanjut Suripto.
Sunday, May 3, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)







1 komentar:
Hi,
Interesting post. I have been wondering this issue, so thanks for sharing. I will definitely be coming back to your blog.
London Escorts
Post a Comment